Anime, asal kata dari animation, animasi, Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “Animation” dan diucapkan sebagai “Anime-shon”.ato kalo bahasa Indonesia simpel namanya jadi filem kartun. Anime itu bukan melulu jadi tontonan anak-anak, mungkin kita sering sekali menonton kartun bikinan perusahaan animasi dunia sekelas Walt Disney yang menyuguhkan gambar gambar yang halus dan menarik, lagu tema yang mendayu-dayu….oooh…sow sweeet. Tapi akan lain halnya kalo kita nonton filem kartun asal negeri sakura ini yang akrab disebut Anime.
Anime biasanya diangkat dari karya komik atau Manga, banyak versi dari anime itu sendiri, tips dari saya karena asal anime itu kebanyakan dari manga maka lebih baik sebelum melihat anime baca dulu manganya, disinilah uniknya anime dibandingkan dengan kartun USA, saya sendiri secara pribadi lebih menyukai
anime dan manga daripada kartun buatan USA, jika diamati secara seksama tidak banyak perbadaan kehalusan teknik penggambaran antara anime dan kartun USA, anime lebih banyak menawarkan tema, mulai dari cinta sampe ke olahraga, kalo abjad itu dari A – Z, ditambah lagi anime itu konyol banget. Anime banyak ratingnya dari child yang menampilkan hal-hal lucu sampe adult yang menampilkan hal-hal berbau blood dan sex.
Jelaslah bahwa saat ini di Indonesia sangat booming yang namanya anime, sampai style menggambar para komikus muda kita juga banyak yang mengadopsi style jepang, termasuk film kartun karya anak negeri juga terinfluence stye ini, semua dikarenakan apapun yang berbau jepang dapat dipastikan lebih laku keras di NEGARA INDONESIA YANG MERDEKA INI ( permisi….yang dicetak gede ini asli kalimat nyindir ).
Banyak sekali anime yang yelah beredar di Indonesia mulai Candy-Candy, Lady Oscar, Ninja si Bayang Merah, Ninja Boy, Kung-Fu Boy, Ninja Rantaro, Ninja Hatori Kun, Atasinchi, Ikkyu-san, Astro Boy, Kimba the White Lion, Doraemon, Purman (P-Man), Mojacko, Minky Momo, Rocky Rackat, Sailor Moon, Dragon Ball, Dragon Ball GT, Ultraman Kids, Crayon Shincan, Slam Dunk, Wild Soccer, Shoot, Captain Tsubasa, Ge Ge Ge no Kitaro, Inuyasha, Midnite School Ghost, Yu Yu Hakusho, Ranma ½, Patlabor, Genki, DiGi Charat, Yu-Gi Oh!, Dinosaur Battle, Pokemon, Digimon, Monster Rancher, Battle B-daman, Byakugan, Dash!Yankuro, Retsu and Go!, Crush Gear, Flame of Recca, Hunter X Hunter, Gundam, Kariage Kun, Eyeshield 21, Naruto, Samurai X, Street Fighter, Virtua Fighter, Fruit Basket, Asari Chan, Rai Thunder Jet, Chobit, Pitchi Pitch!, GALS, Magic Girl, Magical Do Re Mi, Love Hina, Yoichi si Jago Masak (Born to Cook!), BT-X, Ronin Warrior, Saint Seiya, dll yang mungkin terlewatkan oleh saya, disini pun pihak stasiun TV yang menayangkan terlihat asal-asalan ( baca: sak karepe dhewe ) tak jarang di pertengahan episode tiba-tiba diputus dan gak sampe tamat, mungkin mereka menyangka hal ini tidak berpengaruh apa-apa, beda halnya jika menayangkan SINETRON atau TELENOVELA yang jika ada kesalahan langsung ada ralat atau permintaan maaf dari pihak stasiun, nah ada kesalahan disini, seharusnya ada divisi khusus dalam stasiun TV yang menayangkan Anime, yang mengatur ratingnya, dan layak tidaknya untuk ditayangkan, dan sekali lagi perlu digaris bawahi bahwa Anime bukan hanya tontonan anak kecil!!.
Sama halnya dengan Manga, hanya saja untuk manga di Indonesia sudah tertata rapi sesuai rating, salut.. Akan tetapi masih banyak halayak yang memahami bahwa Manga adalah bacaan anak kecil, padahal untuk Manga juga ada jenis-jenisnya sendiri Berdasarkan jenis pembaca
- Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut kodomo (子供) — untuk anak-anak.
- Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa disebut josei (女性) (atau redikomi) — wanita.
- Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa disebut seinen (青年) — pria.
- Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan disebut shōjo (少女) — remaja perempuan.
- Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shōnen (少年) — remaja lelaki.
Banyak dari jenis-jenis ini juga berlaku untuk anime dan permainan komputer Jepang.
Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan (小学館) [1] dan Shueisha (集英社) [2]. Sedangkan untuk penerbit Manga di Indonesia adalah Elex Media Komputindo dan m&c Comics yang merupakan bagian dari kelompok Gramedia. Sekitar tahun 2005, kelompok Gramedia juga telah menghadirkan Level Comics, yang lebih terfokus pada penerbitan manga-manga bergenre Seinen (dewasa). Banyak juga ditemui penerbit illegal yang menerbitkan Manga dan hamper tanpa sensor! Berbeda dengan penerbit yang telah disebutkan diatas. Akan tetapi saya turut bangga dengan penerbit illegal tersebut, mereka seakan menunjukkan bahwa inilah kenyataan, jadi teringat pepatah : “ katakanlah kenyataan itu walaupun rasanya pahit “, Anime dan Manga adalah suatu kenyataan yang patut diperhitungkan keberadaanya mereka menawarkan “ Rasa “ sesuai usia, apa yang dapat dikata jika ada seorang anak SD membaca komik Golden Boy diantara orang tua yang tengah duduk di teras rumah, bukan salah penerbit yang menerbitkan, salah siapa hayo ? ( – _ – )! Sama halnya jika ada orang yang tersenyum saat melihat anaknya memegang DVD Naruto, padahal itu Naruto XXX, enak tho..manteb tho….hayo..gimana ?. Perlu diketahui bahwa judul diatas itu tergolong jenis Hentai, Hentai (変態 atau へんたい ) adalah sebuah kata yang memiliki pengertian “penampilan yang aneh” atau “abnormalitas”, Hentai sering diartikan sebagai “mesum” atau “porno” dan sering digunakan di banyak negara selain Jepang untuk menyebut game, Anime, atau Manga yang menampilkan adegan seksual atau pornografi. Di Jepang sendiri, Hentai tidak berarti game, anime, atau manga porno, orang Jepang lebih memilih menggunakan kata “jū hachi kin” (18禁; untuk 18 tahun ke atas), “ecchi/H anime” (seksual/anime pornografi) “eroanime” (エロアニメ; singkatan dari erotic anime), atau “seinen” (成年; dewasa, istilah yang mungkin rancu dengan kata 青年 pemuda) untuk merujuk pada hal-hal tersebut. Ada beberapa kategori Hentai diantaranya :
- Softcore
- lolicon (perempuan muda)
- shota-con (laki-laki muda)
- yaoi (gay)
- yuri (lesbian)
- Hardcore
- ero-guro (erotic-grotesque)
- futanari (hermafrodit)
- kemono (hewan setengah manusia)
Sekedar informasi saja bahwa Hentai tidak hanya dalam bentuk Anime, Manga, tetapi ada yang berupa game Dalam bahasa inggris disebut Adult-Bishoujo Game. Game-game seperti Paradise Heights, Nocturnal Illusion, X-Change, Water Closet, dan sebagainya. Sama seperti game-game lain, game-game ini mempunyai genre tersendiri. Mulai dari Komedi (X-Change, Amy’s Fantasies), 100% Sex (Fatal Relation, Water Closet, Sensei), Love-Story (Snow Drop, Private Nurse), Simulasi (The Maid’s Story, True Love), hingga RPG (Brave Soul).
Manga di Jepang biasanya berbentuk buku tebal seperti kamus yang punya teba 200-800 halaman dengan bermacam-macam judul didalamnya, namun apabila Manga tersebut sudah lama maka akan dibuat menjadi tankōbon di Indonesia biasanya berupa volume atau jilid.Ada sebutan untuk orang yang menggambar Manga, Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar Manga, dan Doujinshi. Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh fans manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara indie di toko doujinshi, atau mengikuti konvensi akbar doujinshi yang biasa disebut Comiket. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.
Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (Love Hina, Negima) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema hentai biasanya adalah dojin dari Manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter Manga tersebut memang didesain untuk jadi “sasaran” para dojin-ka (sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperi manga-ka).
Anime, Manga bukan lagi menjadi sebuah hal yang dipandang sebelah mata di Jepang, ini telah menjadi sebuah budaya, juga menjadi alat untuk memperkenalkan kebudayaan mereka ke seluruh dunia. Manga telah menjadi sesuatu yang Super sampai-sampai banyak orang dari luar jepang yang menuju ke Jepang untuk mempelajari cara menggambar atau membuat Anime, tanpa kita sadari banyak produk USA yang mencoba memakai gaya menggambar Anime, dapat juga kita lihat banyak tokoh dibelakang pembuatan Anime yang bukan orang Jepang sebut saja Korea, china, dan USA, ini dapat dilihat dari credit saat lagu ending Anime. Satu hal yang terkadang membuat saya tercengang dalam tehnik penggambaran Anime, mereka boleh saja menggambar karakter dengan pose sangat sederhana dan konyol, namun pada backgroundnya begitu detail sekali, dapat dilihat pada Manga Kung-fu Boy karya Takeshi Maekawa, Slam Dunk, Great Teacher Onizuka, Vagabond, Wild Baseballers, dsb. Coba lihat Anime Atasinchi, untuk menggambar karakter tokohnya terkesan seperti asal, dan super konyol bin aneh, tapi backgroundnyaaa…SSSUKHOIII!!hahahahahahaha….dan lagi didalam kalimat tokoh-tokoh Anime atau Manga terkadang terselip kata-kata yang dapat direnungkan artinya dan maknanya dalam.
Manga di Indonesia sudah mulai terlihat dan ini harus mendapat sorotan serius dari Pemerintah dan Negara, banyak para Mangaka Indonesia yang berbakat dan harus dikembangkan, jangan lari dari kenyataan bahwa Negara kita sudah terlanjur terpengaruh oleh style Manga, Jadi tolong buatlah Manga sesuai kebudayaan Indonesia, Banyak musisi rock Indonesia yang lagu-lagunya juga bisa dijadikan soundtrack sebuah Anime jika kita mau, terlebih lagi sekarang menjamur band-band bergenre J-Music baik yang indie maupun major jika memang ingin membangkitkan nuansa jepang di Anime buatan Indonesia. Jepang selalu bisa berangkat dari hal yang kecil, karena mereka berasal dari kehancuran menuju kejayaan, Indonesia kapan ?.


