Pendidikan Jasmani

young-male-athlete-running-on-the-sea-shore-thumb8700832

Oleh : Maurice Anantatoer Akbar, S.Pd.

Pendidikan merupakan suatu proses untuk membentuk generasi penerus bangsa, pendidikan dilakukan saat hayat masih dikandung badan dan pendidikan sangat penting bagi kehidupan kita sebagai makhluk sosial yang diberi kemampuan oleh Allah SWT berupa akal pikiran untuk berpikir dan menerima pelajaran. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pendidikan hendaknya pendidik dapat mengetahui apa saja kesulitan dari tiap-tiap aspek materi yang akan diberikan sehingga dapat segera diketahui bagaimana cara menanggulangi.

Pendidikan jasmani merupakan kegiatan kurikuler dan menjadi salah satu mata pelajaran dalam lembaga pendidikan formal, proses pendidikan dapat pula dilakukan di luar jam sekolah, yang kemudian disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler yang memusatkan pada salah satu cabang olahraga, di dalam cabang olahraga tersebut memiliki rangkaian pembelajaran yang membutuhkan ketelitian dan penguasaan gerak dalam setiap pertemuan sehingga apa yang disampaikan dapat benar-benar diterima oleh siswa.

Melalui Pendidikan jasmani siswa dapat mengetahui bermacam-macam gerak yang mungkin sebelumnya mereka pernah melakukannya tetapi belum mengetahui nama gerakan tersebut maupun sebaliknya. Pendidikan jasmani merupakan suatu proses belajar, proses penyerapan informasi ke dalam organisme yang dijadikan bekal bagi organisme untuk memodifikasi tingkah lakunya kemudian hari. Proses belajar individu berbeda-beda, siswa dapat menyerap informasi dengan cepat dan ada pula penyerapan yang lambat, keterampilan gerak tiap-tiap siswa juga berbeda, ada yang dikaruniai bakat khusus yang hanya dapat menguasai keterampilan gerak cabang permainan tertentu ataupun yang mempunyai bakat umum yang dapat melakukan berbagai macam gerakan diseluruh cabang olahraga dan hal ini harus segera cepat diketahui oleh guru pendidikan jasmani sehingga dapat segera melakukan eveluasi dan prtimbangan apa yang dapat diambil sebagai penilaian sebelum diadakan test.

Tujuan Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan untuk memperoleh keterampilan gerak, pertumbuhan kecerdasan, dan perkembangan otot tubuh siswa yang nantinya dapat berguna pada masa mendatang. Adapun tujuan Pendidikan jasmani adalah. Jadi dapat diartikan semua aspek didalam pendidikan jasmani yang meliputi olahraga dan kesegaran jasmani haruslah berkaitan dengan pendidikan. Kegiatan olahraga yang ada di dalamnya direncanakan dan diselenggarakan oleh guru pendidkan jasmani dengan tujuan pendidikan yang akan dicapai bukan keberhasilan atau kemenangan melainkan kesenangan dan kegembiraan siswa melakukan kegiatan tersebut.

Sebelum melangkah pada tujuan pendidikan jasmani hendaknya dapat mengetahui terlebih dahulu tujuan dari pendidikan itu sendiri sehingga dapat mengenal berada dimana posisi pendidikan jasmani itu.

Tujuan pendidikan dapat digolongkan ke dalam tiga ranah, seperti yang sering kita ketahui ada ranah kognitif yang menitik beratkan pada hasil intelektual, ranah afektif yang menitik beratkan pada perasaan dan emosi, lalu ranah psikomotor yang bertitik berat pada keterampilan gerak.

Bila dilihat dari tujuan pendidikan maka dapat disebutkan tujuan pendidikan jasmani itu adalah mencakup perkembangan kesehatan jasmani atau organ-organ tubuh, perkembangan syaraf otot ( neuromuskuler ), perkembangan sosial, dan perkembangan intelektual. Pendidikan jasmani tidak hanya menitik beratkan pada keterampilan gerak saja, akan tetapi banyak aspek dari tujuan pendidikan yang harus diterapkan oleh guru pendidikan jasmani, khususnya aspek psikologi atau afektif karena banyak sekali kondisi psikis siswa yang dapat melatarbelakangi rasa kesukaan mereka terhadap pelajaran pendidikan jasmani sehingga dapat memacu mereka untuk mendalami pelajaran ini.

Pendidikan Jasmani bukan Pendidikan Olahraga

001liu-xiangBanyak sekali anggapan masyarakat bahwa pendidikan jasmani itu sama dengan pendidikan olahraga walaupun didalam pendidikan jasmani itu ada aktifitas olahraga. Pendidikan olahraga lebih mengacu pada pembinaan prestasi, hasil akhir yang ingin dicapai dalam pendidikan olahraga adalah prestasi yang tinggi. Kegiatan pada pendidikan olahraga dapat kita lihat di klub olahraga yang tersebar di seluruh dunia, dimana mereka di didik untuk menjadi atlet yang berprestasi mulai dari usia dini, ada musim kompetisi, ada peran yang diberikan, peserta dididik untuk menjadi anggota tetap, ada hubungan yang intim dalam tim.

Pendidikan jasmani tidak mempunyai ciri-ciri tersebut, dalam pendidikan jasmani hanya diberikan pokok dasar pembelajaran gerak tanpa ada pembinaan lebih lanjut, tidak ada musim kompetisi, tidak ada pencatatan rekor prestasi. Bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih dan diketahui oleh guru olahraga akan diarahkan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada didalam lembaga pendidikan tersebut. Karena kewajiban guru olahraga hanya sebatas menyampaikan materi sesuai kurikulum dan tujuan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Arma dan Manadji, Agus. 1994. DASAR-DASAR PENDIDIKAN JASMANI.

Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Ali, Mohammad dan Asrori, M. 2005. Psikologi Remaja : Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Gunarsa, Singgih D, dkk. 1996. Psikologi Olahraga: Teori dan Praktek. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Syah, Muhibin. 2005. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

S.M, Ismail. (Eds). Tanpa tahun. Psikologi Pendidikan. Semarang: FT-IAIN Walisongo

Leave a Reply